Khasiat Tomat bagi Kesehatan

Tomat memiliki nama ilmiah Solanum Lycopersicum dan biasa ditanam di ladang, pekarangan atau ditemukan liar pada ketinggian 1-1.600 mdpl. Tanaman ini tidak tahan hujan dan matahari terik. Kulit buahnya tipis, licin mengilap dan berwarna merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Ada lebih dari 1.000 varietas tomat yang beragam dalam bentuk, ukuran ataupun warnanya kuning, merah, oranye, hijau dan cokelat.

Tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat, adapun yang berukuran besar, berdaging tebal, berbiji sedikit dan berwarna merah disebut dengan tomat apel. Tomat berukuran lebih kecil dikenal dengan tomat sayur karena sering digunakan untuk masakan. Tomat kecil-kecil sebesar kelereng disebut dengan tomat ceri dan digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan salad.

Tomat rendah kalori dan mengandung sejumlah nutrisi terutama yang sudah masak seperti vitamin (A, C dan K), karoten terutama likopen dan biotin. Tomat merah mengandung likopen 4 kali lebih banyak daripada tomat hijau serta khasiat antikanker meningkat apabila dimasak atau direbus sebentar.

Kandungan Nutrisi dan Zat Berkhasiat Tomat

Tomat mengandung alkaloid (tomatin, alfatomatin, solanin), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, asam pantotenat, asam salisilat, coumaric acid, chlorogenic acid, bioflavonoid (termasuk rutin dan pigmen merah bernama likopen), adenin, biotin, trigonelin, kolin, mineral (Ca, Mg, P, K, Na, Fe, sulfur, klorin), vitamin (A, B1, B2, B6, C, E, K, niasin), histamin, protein, lemak, gula (glukosa, fruktosa) dan serat.

Klоrіn dan sulfur аdаlаh trace element уаng berkhasiat mеmbuаng rасun. Klorin secara ilmiah menstimulasi kerja hati untuk membuang racun tubuh sedangkan sulfur melindungi hati dari terjadinya sirosis hati dan penyakit hati lainnya.

Likopen merupakan antioksidan penting golongan karotenoid yang memberikan warna merah pada tomat. Kandungan likopen lebih tinggi pada tomat yang tumbuh liar. Lіkореn bеrkhаѕіаt аntіkаnkеr terutama kanker рrоѕtаt dаn mеlіndungі kеѕеhаtаn jаntung.

Tomatin merupakan alkaloid beracun pada tomat yang relatif aman bila dibandingkan dengan alkaloid solanin pada kentang. Tomatin berkhasiat antibakteri. Alfatomatin termasuk golongan steroid alkaloid glikosida. Solanin pada tomat kadarnya sangat kecil yaitu 0.007% sehingga relatif aman dikonsumsi.

Coumaric acid dan chlorogenic acid merupakan senyawa yang kuat dalam menghambat efek nitrosamin. Nitrosamin adalah senyawa karsinogen penyebab timbulnya kanker yang terdapat pada makanan yang diasap, dibakar, dipanggang dan asap rokok.

Setiap 100 g tomat mengandung 32 kalori dengan 2 g serat, jumlah likopennya sangat bervariasi tergantung varietas dan seberapa matang tomat tersebut. Likopen relatif stabil selama dimasak atau direbus. Tomat yang direbus atau dimasak sebentar menghasilkan 5 kali lebih banyak likopen daripada dimakan mentah. Hal ini disebabkan pemasakan atau perebusan akan memecah sel-sel tomat sehingga melepaskan likopen lebih banyak.

Tоmаt rаѕаnуа mаnіѕ, аѕаm dan sifatnya sedikit dingin bеrkhаѕіаt mеnghіlаngkаn rаѕа hаuѕ, аntіѕерtіk раdа uѕuѕ, pencahar ringan, mеnаmbаh nafsu mаkаn dengan cara memperbanyak kеluаrnуа аіr lіur, merangsang keluarnya еnzіm pencernaan dаn mеlаnсаrkаn aliran еmреdu kе usus 12 jаrі.

Likopen berkhasiat melindungi tubuh dari kanker prostat, payudara, kolon, paru-paru dan kulit. Likopen juga menurunkan resiko penyakit jantung katarak dan degenerasi makula dengan cara menetralisir radikal bebas oksigen sebelum menyebabkan kerusakan struktur sel. Likopen larut dalam lemak sehingga lebih bermanfaat pada jaringan yang banyak mengandung lemak seperti kulit untuk mencegah keriput.

Tomat digunakan juga untuk mengatasi gangguan pencernaan (perut kembung, tidak nafsu makan, susah buang air besar), sakit kuning, radang hati, sesak nafas, radang saluran napas, radang tenggorokan, radang usus buntu, radang gusi, sariawan, ulkus lambung, wasir, tekanan darah tinggi, lemas akibat kadar glukosa rendah, gout, memar akibat terbentur, mencegah keriput dan melindungi prostat dari kanker.

Penelitian dan Fakta Tomat

1. Jus tomat dapat menurunkan kadar serum kolesterol yang tinggi dan menurunkan produksi kolesterol oleh hati.

2. Tomatin berkhasiat antiradang dan menurunkan permeabilitas pembuluh darah.

3. Tomatin efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur pada tubuh manusia.

4. Lektin yang terdapat pada tomat dan mempunyai efek pada pembelahan sel dan sintesis DANN pada kultur sel darah putih manusia.

5. Penelitian di Harvard, Amerika yang melibatkan hampir 48.000 laki-laki yang dalam seminggu mengkonsumsi 10 porsi tomat masak atau yang telah diproses. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan resiko terkena kanker prostat sebesar 45%. Hal tersebut terjadi karena konsentrasi likopen (karotenoid pada tomat) yang tinggi di dalam darah berkhasiat antioksidan kuat yang dapat melindungi tubuh dari penyakit degeneratif seperti kanker paru dan kanker prostat serta likopen juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner.

6. Penelitian juga memperkirakan adanya hubungan antara likopen dengan pencegahan penyakit kardiovaskuler dan kanker seperti kanker kulit, payudara, usus besar dan saluran cerna lainnya.

7. Dalam salah satu penelitian, pemberian 15 mg likopen per hari pada penderita kanker prostat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan tumor, pengecilan tumor dan menurunkan kadar PSA (prostate specific antigen) sebesar 18%.

8. Tomat menstimulasi keluarnya enzim pencernaan terutama yang berasal dari pankreas. Untuk meningkatkan kerja saluran cerna yaitu dengan minum jus tomat setiap hari sebelum makan.

9. Tomat yang dimasak seperti direbus, dibuat saus tomat dan tomat yang berada dalam masakan menyebabkan pecahnya dinding sel tomat sehingga likopen lebih mudah keluar dan diserap tubuh yang berkhasiat untuk mencegah timbulnya kanker prostat dan penyakit jantung.

10. Penderita radang sendi atau penderita yang alergi dengan tanaman suku solanaceae harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan sebelum mengkonsumsi tomat karena buah tersebut mempunyai efek psikotropik.

11. Orang yang sensitif dengan tomat karena adanya kandungan saponin, solanin, histamin dan rasa asam bisa timbul alergi akut seperti gatal-gatal, serangan asma, sakit kepala dan diare.

12. Tomat mengandung sejumlah oksalat, penderita batu ginjal sebaiknya jangan mengkonsumsi tomat berlebihan.

13. Rasa asam pada tomat berasal dari asam malik, sitrat dan asam salisilat. Orang yang sensitif terhadap obat aspirin atau obat-obat yang mengandung asam salisilat harus berhati-hati atau menghindari konsumsi tomat.

14. Jangan menggunakan panci aluminium ketika merebus atau memasak tomat, hal tersebut karena kandungan asam yang tinggi pada tomat akan bereaksi dengan aluminium. Apabila aluminium masuk ke dalam tomat akan timbul rasa yang tidak enak dan juga dapat mengganggu kesehatan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Khasiat Tomat bagi Kesehatan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel